Perjalanan Menuju Tempat Wisata Air
Terjun Grojogan Lepo
( Garut – Bantul DIY ) & ( Bantul DIY – Garut )
Memakai
Sepedah
Perjalanan Pertama Jumat (Tgl 17 Juni
2016)
Berangkat pertama jam 02.00 pagi dari rumah terasa dingin karna
gerimis rintik-rintik sudah terasa tapi saya mencoba untuk menahannya sehingga
sy tdk memakai jas hujan tapi cuma memakai jaket. Pada jam 04.00 pagi tak
terasa sudah sampai Kabupaten Tasikmalaya. Karena di sini tidak ada lampu
penerangan, saya merasa kegelapan sehingga sepedah saya tuntun. Disini saya
sudah merasa kedinginan karna hujan mulai turun sehingga saya mulai memakai jas
hujan tapi tidak lama kemudian hujan berhenti. Waktu berjalan begitu saja
sehingga tidak lama kemudian jam 08.00 saya sudah sampai Kabupaten Ciamis.
Disini saya merasa kebelet pipis jadi saya mampir di masjid dulu untuk numpang
pipis di toilet. Tau gak, masjid disini luarnya di pasang kamera CCTV,,hehe dan
tidak kalah lagi masjidnya lagi di bersihkan. Sayapun nyaman pipis disini,
hehehe..Di Ciamis saya mencoba mencari jalan alternatif yaitu jalan yang banyak dilewati oleh banyak
orang-orang sehingga tidak terasa jam 10.00 saya sudah sampai di Kota Banjar.
Disini jalanannya rata tidak ada jalan tanjakan atau turunan, beda dengan yang
di Kabupaten Tasikmalaya. Kalau di Kabupaten Tasikmalaya jalanannya banyak yang
menikung serta banyak tanjakan dan turunan. Di kota Banjar jaraknya tidak
terlalu jauh sampai Kabupaten Cilacap jadi tidak lama kemudian jam 12.00 saya
sudah sampai di Kabupaten Cilacap. Disini jalannya banyak tanjakan jadi saya sangat kewalahan sehingga sepedah saya
harus saya tuntun. Di Kabupaten Cilacap ada beberapa kecamatan yang saya lalui.
Pertama kecamatan wanareja. Di sini saya sempat berhenti sebentar karena
kecapean,,untung hari itu saya lagi gak puasa jadi saya bisa minum, hehehe.. oh
iya pas saya istirahat disitu ada seorang laki-laki dari wangon yang kerja di
wanareja. Biasalah kalo laki-laki suka kepo bila ada perempuan cantik naek
sepedah, hehehe tapi ya saya jawab dengan jujur aja. Tidak lama kemudian saya
melanjutkan perjalanan lagi. Eh, belum ada 2 km saya jalan tiba-tiba laki-laki
itu menawarkan tumpangan dengan cara saya duduk di belakang motornya dan
sepedahnya di pegang sama saya. Sebenarnya saya sudah menolak tapi karna dia
maksa ya udah saya coba dulu tapi alhasil sepedah saya yang saya pegang jatuh.
Mau gak mau saya menolak tawarannya, hehehe. Akhirnya laki-laki itu jalan
duluan dengan motornya. Waktu terus berjalan sehingga tidak lama kemudian jam
15.30 saya sampai di kecamatan majenang ( masih di Kabupaten Cilacap). Disini
petir bergemuruh seperti mau hujan, akhirnya hujanpun turun deras dan sayapun
kehujanan. Saya sempat istirahat tapi hujannya belum turun-turun,, saya merasa
kedinginan karana baju dan sepatu saya basah semua. Lama-kelamaan hujannya
mulai reda tapi masih gerimis. Saya pun melanjutkan perjalanan lagi. Masih di
kecamatan majenang saya istirahat lagi dan ketemu laki-laki lagi. Laki-laki ini
juga kepo seperti laki-laki di wanareja tadi, hehehe dan minta nomer saya juga
( prett...). Saya pun melanjutkan perjalanan lagi. Sampai di kecamatan cimanggu
( masih di Kabupaten Cilacap ) tiba-tiba laki-laki tadi menghentikan perjalanan
saya dan saya disuruh istirahat, mungkin karena kehujanan jadi dia kasihan
kali, hehehe. Tapi ternyata dia membelikan saya ayam goreng, mau ga mau saya
berhenti sekalian saya mau ganti baju biar gak masuk angin. Karna waktu sudah
menunjukkan pukul 19.00 saya harus beristirahat tapi saya tidak menemukan
polsek cimanggu mungkin polseknya masih jauh. Penjual ayam goreng ( Bu Sum )
menawarkan saya untuk menginap di rumahnya, tapi saya masih berpikir dulu. Kata
Bu Sum, depan itu sudah hutan dan polseknya masih jauh. Akhirnya saya menginap
di rumah beliau. Besok paginya baru saya melanjutkan perjalanan.
Perjalanan Kedua Sabtu ( Tgl 18 Juni
2016 )
Berangkat pertama jam 04.00 pagi dari rumah Bu Sum. Bu Sum kasih
sandal karna sepatu saya basah. Pagi yang begitu segar tapi badanku gak segar,
karena bau belum mandi hehehe.. Perjalanan yang satu ini sungguh jauh dan
melelahkan karna menanjak sehingga memakan waktu yang lama. Baru jam 09.00 saya
sudah sampai di Kabupaten Banyumas. Disini perjalanannya masih menanjak jadi
lama deh,,, tidak lama kemudian saya melewati jalan yang sedang di aspal. Saat
melewati jalan tersebut saya sempat terjatuh, dengkul saya berdarah sedikit.
Karna jalannnya masih menanjak, sepedah saya tuntun terus tidak lama kemudian
kaki saya pada lecet,, mungkin pakai sandal kali hehe.. Saat di perjalanan saya
di sapa seorang ibu-ibu yang punya warung, terus saya diberi bekal nasi untuk dimakan
dijalan nanti. Ibu ini memang baik, makasih bu....( kata saya ). Sebenarnya ada
banyak kecamatan di Kabupaten Banyumas tapi saya lupa, yang saya inget saya
melewati kecamatan lumbir, sampang, kemranjen, wangon dan masih ada lagi
mungkin, hehehe... Oh iya saya jadi ingat pada sore hari sekitar jam 16.00 di
jalan sumpiuh saya kehujanan jadi saya berhenti di toko. Hujannya sangat deras
sehingga saya harus nunggu berjam-jam sampai hujannya reda. Karena sudah 2x
kehujanan baju saya tinggal 1, untung anak pemilik toko sangat baik dia kasih
saya baju ganti. Ibunya juga baik, saya di kasih makan dan tajil padahal saya
waktu itu lagi gak puasa. Mau malam tapi hujannya belum berhenti sehingga saya
mencoba memberikan diri untuk melanjutkan perjalanan karna kalo malam saya
harus istirahat di polsek. Karena jalan di depan tidak ada penerangan sehingga
saya putar balik dan melewati jalan lain. Hujan semakin deras sehingga saya
istirahat di SPBU. Di tempat istirahat itu saya makan dan setelah itu
melanjutkan perjalanan lagi. Di perjalanan tiba-tiba mati lampu, sehingga saya
langsung berhenti. Berhentinya waktu itu pas di depan bengkel. Tidak lama
kemudian lampu sudah hidup lagi. Karna baju saya kebasahan saya ditawarkan
untuk mandi dan ganti baju oleh pemilik bengkel. Sayapun langsung mandi besar (
bersih dari halangan ) dan ganti baju. Setelah itu saya istirahat di depan
bengkel sampai menunggu hujannya berhenti. Karna bengkelnya sudah di tutup,
saya merasa tidak nyaman. Akhirnya saya lanjutkan lagi perjalanannya walaupun
masih gerimis. Tidak lama kemudian sekitar jam 22.00 malam saya sudah sampai di
polsek tambak. Disini saya ijin sama pak polisi yang lagi jaga pada malam itu,
dan disitupun saya bisa beristirahat. Saya beristirahat di ruangan, kursi saya
tata untuk tidur, tapi sayang sepertinya saya tidak bisa beristirahat dengan
nyenyak karna badan saya menggigil kedinginan.
Perjalanan Ketiga Minggu ( Tgl 19 Juni
2016 )
Pada jam 03.00 saya bangun dan sahur di polsek tambak. Selanjutnya
jam 04.00 saya melanjutkan perjalanan lagi. Di perjalanan saya mendapati jalan
yang berlubang, sampai tas saya jatuh. Mungkin karena masih gelap jadi saya gak
tau kalo di jalan ada lubang. Tidak lama kemudian saya sampai gombong.
Disinipun jalan banyak yang berlubang, sehingga saya harus berhati-hati. Habis
gombong, saya melewati karanganyar, kebumen kira – kira sampai jam 11.00 siang.
Karna ada yang bilang untuk menuju jogja di depan jalan ada banjir, sayapun
ambil jalan alternatif yaitu melewati kecamatan mirit kebumen. Disini
perjalannya sangat jauh sampai ketemu jalan di kutoarjo dan purworejo. Di
purworejo jalannya masih dalam perbaikan dan sepertinya mau di aspal jadi saya
berhati-hati disini. Tidak lama kemudian saya melihat banyak yang jual semangka
di pinggir jalan akhirnya saya membeli 3 semangka yang kecil. Di purworejo saya
mengambil jalan lurus sampai saya ketemu langsung ke jalan melewati bantul
yaitu kulon progo. Kira-kira sampai kulon progo jam 16.30 sore. Setelah itu
saya tiba juga di bantul pada jam 17.30 sore mau maghrib. Sebelumnya saya
ketemu anak-anak pesantren yang membagikan tajil di lampu merah. Sayapun
dikasih. Isinya ternyata nasi. Pada jam 17.30 saya berhenti di tukang jualan
bubur kacang ijo. Di situ saya menanyakan tentang grojogan lepo di dlingo, tapi
gak ada yang tau. Ada yang bilang dlingo itu masih jauh dari sini. Maghribpun
tiba, waktunya buka. Saya beli bubur kacang hijau tapi saya malah di kasih jadi
saya gak bayar. Terima kasih tukang bubur kacang hijau... perjalananpun saya
lanjutin ke masjid karna saya harus shalat maghrib dulu. Saya udah sampai di
masjid yang namanya masjid mujahiddin lokasinya di desa Bandung Srandakan
Bantul. Habis shalat maghrib saya tanya-tanya ke orang disekitar tentang orang
yang mengurus masjid ini. Tapi banyak yang tidak tau. Terus saya tanya sama seorang
remaja masjid disitu, katanya masjid ini milik warga. Sayapun mengutarakan
maksud saya bahwa saya mau ke tempat wisata grojogan lepo dan saya mau menginap semalam di masjid ini dan
setelah itu besok berangkat ke wisata. Seorang remaja itu berbicara dengan
teman remaja lainnya. Terus saya ditemui seorang remaja perempuan ( saya lupa
namnya mbak siapa ya..? ) katanya saya disuruh menginap di rumahnya. Tapi
sampai rumahnya, justru sama orang tuanya tidak diijinin saya menginap di
rumahnya. Akhirnya saya di bawa ke rumah pak RT. Disitu ada titik terang,
sayapun disuruh menginap di rumah orang tuanya bu RT. Sama mbaknya pun saya di
antar ke rumah orang tuanya bu RT. Sampai di rumah orang tuanya, sayapun
diterima dengan baik untuk menginap. Sebelum mbaknya itu pamit, saya sempat di
kasih baju ganti. Wah dapat baju ganti lagi ni hehehe.. makasih mbak...Sayapun memberikan
semangka saya kepada mbaknya dan orang tuanya Bu RT. Nama orang tua bu RT itu
adalah Bapak Dwijo dan Ibu Ijah. Karna sangat capek, sayapun langsung
istirahat. Sebelum istirahat saya sempat mandi, dan cuci baju karna bajunya
basah semua. Tapi saya tidak taraweh karna capek.
Perjalanan Keempat Senin ( Tgl 20 Juni
2016 )
Tepat pada jam 03.00 pagi saya bangun. Tapi Bu Ijah belum bangun.
Bu Ijah baru bangun jam 03.30 kemudian kami sahur bareng-bareng,, setelah sahur
dan shalat subuh di masjid sayapun bilang ke bu Ijah kalo saya mau berangkat ke
dlingo grojogan lepo pagi ini. Sayapun berangkat ke grojogan lepo jam 05.30.
Perjalanannya sangat jauh sekali... di tambah lagi saya menemui jalan tanjakan
terus menerus sehingga sayapun harus menuntun sepedah saya. Kadang-kadang saya
berhenti istirahat. Dengan susah payah akhirnya saya sampai di tempat wisata
grojogan lepo sekitar jam 10.00,, wah perjalanannya di tempuh kurang lebih 5
jam. Sebelum ke tempat lokasi, sepedahnya saya titipkan disalah satu rumah warga
yang tidak jauh dari tempat lokasi. Sayapun langsung menuju ke tempat lokasi
dengan berjalan kaki kurang lebih 100 meter. Sesampai di lokasi saya melihat
air terjun yang sangat bagus dan jatuhnya sangat deras rasanya pengen mandi di
bawah air terjun ( kalo dalam bahasa jawa namanya grujukan ) tapi sayang
sayanya lupa gak bawa handuk, hehehe.. Jadinya saya cuma liat-liat dan
foto-foto aja di lokasi itu. Tidak lama kemudian saya bertemu dengan seorang
bapak yang mengelola tempat wisata itu. Sayapun sempat berbincang-bincang
dengan bapak itu. Katanya kalo bulan puasa seperti ini jarang ada pengunjung
yang datang tapi kalo saat liburan besar banyak sekali yang datang berkunjung.
Pantesan saja waktu saya tiba di lokasi sepi-sepi amat, hehehe... tapi gak apa-apa
saya bisa menikmati air terjun sendirian. Pengalaman yang tidak enak di lokasi
itu, sandal saya yang sebelah jatuh ke bawah air terjun, tapi masih mengapung
tidak tenggelam. Saya pun minta tolong bapak itu untuk mengambil sandal saya.
Alhamdulilah sandal saya sudah di ambil sama bapak itu. Setelah itu saya langsung
menikmati ayunan di dekat air terjun. Wah,, rasanya sangat mengantuk di ayunan
itu dengan ditemani gemericik air terjun. Saya tidak pengen beranjak dari
ayunan tapi mau tidak mau saya harus balik ke srandakan karna perjalananya
sangat jauh dan saya sudah bilang ke bu Ijah kalo saya pulangnya tidak sampai
maghrib. Akhirnya saya pamit sama bapak yang mengelola tempat wisata itu.
Kurang lebih 1 jam saya berada di lokasi itu. Perjalananpun di mulai lagi
menuju srandakan pada jam 11.05. Sebelum sampai srandakan, di tengah jalan
dekat lampu merah saya membeli es campur dan es dawet dulu buat buka. Es campur
buat saya dan es dawet buat Bu Ijah dan Pak Dwijo. Setelah itu perjalanan saya
lanjutkan, tidak lama kemudian saya di ikuti oleh seorang anak laki-laki naek
sepedah buntut. Saya terus diikuti dan di ganggu oleh anak itu. Ternyata anak
itu stress dan saya merasa takut. Sayapun minta tolong sama bapak-bapak yang
ada di pinggir jalan. Akhrinya anak itu langsung pergi dan tidak kembali lagi.
Saya sempat berhenti dan saya sampai menangis dengan kejadian itu. Tapi tidak
lama kemudian saya lanjutkan lagi perjalanan saya, tapi lagi lagi saya melihat
anak laki-laki itu ada di sebrang jalan. Sayapun cepat-cepat mengayuh sepedah
saya,,, alhamdulilah saya sudah tidak diikuti anak itu lagi. Sayapun sudah
sampai di srandakan rumah bu Ijah pada jam 16.30. Saya ceritakan ke Bu Ijah
kejadian tadi di jalan. Sambil nunggu berbuka, saya langsung mandi dan cuci
baju. Bedug maghribpun tiba, saya langsung bergegas buka dan shalat maghrib. Bu
ijah dan pak Dwijo biasa shalat di masjid. Kumandang adzan isya’ sudah
terdengar, tapi saya masih di tempat tidur karna kecapean jadi saya tidak
taraweh. Sebenarnya bu Ijah mengajak saya taraweh tapi saya gak bisa karena
capek. Saya pun shalat isya’ di rumah aja. Setelah itu saya langsung istirahat.
Perjalanan Kelima Selasa ( Tgl 21 Juni
2016 )
Tepat pada jam 03.00 saya bangun langsung sahur bersama bu Ijah
dan Pak Dwijo. Setelah itu saya dan Bu Ijah berangkat ke masjid untuk shalat
subuh. Habis shalat subuh, saya langsung mandi dan pamit pulang ke Garut. Di
rumah bu Ijah ada cucunya yaitu anaknya pak RT, sayapun juga pamit dengan
cucunya. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada bu Ijah karna sudah
diperbolehkan menginap di rumahnya. Tepat jam 06.00 pagi saya pun langsung
berangkat ke Garut naek sepedah. Di perjalanan saya sangat kecapean akhirnya
saya putuskan setiap 2 jam atau 3 jam sekali saya berhenti istirahat sebentar.
Sekitar jam 11.00 siang saya beristirahat di purworejo di salah satu penjual
semangka. Saya juga sempat beli semangka 1 buah di situ. Setelah itu perjalanan
saya lanjutkan lagi. Saya ada rencana mau naek bus jadi saya tanya kepada orang
arah menuju terminal bus. Saya disuruh ke terminal bus yang lebih dekat aja
yaitu di primbun. Saya sudah mencoba ke terminal primbun tapi masih jauh,
sayapun akhirnya sampai di terminal primbun. Disini saya tidak menemukan bus
yang mau ke garut. Setelah saya bertanya sama salah satu orang di terminal
katanya busnya datangnya pagi dan malam dan kalo mengenai tarif kira-kira 60 rb
belum lagi di tambah dengan sepedah paling 120 rb ( itu katanya...). Tapi saya
kurang yakin, akhirnya saya melanjutkan perjalanan lagi dengan sepedah. Tidak
lama kemudian sayapun sampai di kebumen pada jam 15.00. Di kebumen saya ada
rencana mau naek kereta barang di stasiun kebumen. Sebelum itu saya sempat beli
es dawet hitam di pinggir jalan buat buka nanti. Saya pun tanya-tanya arah
menuju stasiun kebumen. Ternyata menuju ke stasiun kebumen lumayan jauh. Waktu
terus berjalan, tepat jam 17.00 saya sangat kecapean sehingga saya putuskan
untuk istirahat di rumah salah satu warga tepatnya di desa lajer kecamatan
ambal kebumen. Saya disini buka puasa bareng. Tapi malamnya saya tidak bisa
tidur karna nyamuknya banyak. Selain itu
di rumahnya juga banyak anak kecil. Karna rumahnya dekat masjid jadi setiap
adzan berkumandang saya selalu ikut shalat berjamaah. Saya memberikan semangka
saya ke yang punya rumah karna saya berat membawanya. Setelah itu sayapun
langsung istirahat.
Perjalanan Keenam Rabu ( Tgl 22 Juni
2016 )
Waktu menunjukkan jam 03.00, saya pun bangun. Ibu yang punya rumah
menyiapkan makanan buat sahur. Tepat jam 04.00 kami semua sahur bareng. Setelah
itu shalat subuh berjamaah. Habis shalat subuh, saya langsung pamit berangkat
menuju ke stasiun kebumen. Karna stasiun kebumen sangat jauh saya putuskan ke
terminal kebumen. Sampai di terminal kebumen jam 06.30 saya tanya kepada
petugas yang ada disitu tentang bus yang mau ke garut. Katanya nanti jam 9 ada
bus aladin dan bus budiman. Akhirnya saya putuskan untuk menunggu bus tersebut
sekalian menayakan tarifnya. Sudah 2 jam saya menunggu akhirnya ada bus aladin
yang mau ke garut. Setelah saya menanyakan tarifnya, saya tidak bisa karna
tarifnya terlalu tinggi. Jadi saya putuskan naek sepedah lagi. Perjalanan yang
sangat panjang dan melelahkan saya lanjutkan lagi. Karna saya menemukan banyak
tanjakan jadi saya banyak berhenti istirahat di jalan. Sampai gombong jam 11.00
siang saya mencoba mampir di stasiun gombong untuk mencari informasi tentang
kereta barang. Setelah dapat informasi dan mengetahui tarifnya, saya tidak jadi
beli tiket kereta karena tarifnya lumayan tinggi dan keretanya datangnya masih
lama. Saya tidak mau menunggu terlalu lama di stasiun. Akhirnya saya putuskan
naek sepedah lagi. Di tengah jalan saya melihat ada pasar, saya mencoba masuk
pasar dan membeli beberapa makanan untuk buka. Saya membeli cincau, dawet, tape
singkong dan gula putih. Setelah itu saya melihat ada semangka. Saya langsung
membeli semangka 3 buah walaupun semangkanya masih kecil gak apa-apa.
Rencananya semangkanya mau saya makan di rumah garut. Sekitar jam 16.30 saya
berhenti di warung yang jualan es campur dan bakso tepatnya di jalan sampang
cilacap. Disini saya menunggu waktu berbuka, karna saya bisa membeli susu dan
teh manis. Terus bahan-bahan yang saya beli di pasar saya racik sendiri menjadi
es campur. Waktunya berbuka, sayapun langsung buka dengan es campur. Karna
bahan-bahan yang saya beli dari pasar tidak habis jadi saya minta tolong
penjual es campur untuk meracik bahan-bahan saya menjadi 2 plastik es campur. Rencananya es campur ini
saya kasihkan kepada pak polisi yang ada di polsek nanti. Perjalanpun saya
lanjutkan, tidak lama kemudian saya melihat masjid, sayapun berhenti sebentar
untuk shalat maghrib di jamak dengan shalat isya’. Perjalanan saya lanjutkan
lagi, saya belum menemukan polsek sampang. Saya justru menemukan pos polisi di
cilacap. Akhirnya saya putuskan untuk istirahat di pos polisi cilacap. Saya disini
di sambut dengan baik, terutama pak Eko. Saya memberikan 2 plastik es campur
kepada pak polisi. Disini saya diperbolehkan mandi. Akhirnya saya langsung
mandi. Saya juga di kasih makan untuk buka dan langsung saya makan. Saya sempat
berbincang-bincang dengan pak polisi dan salah satu bapak-bapak yang ada di
situ. Tidak lama kemudian datang seorang bikepacker. Saya di kasih tau kalo di
jogja besok ada acara naek sepedah, tapi saya baru dari jogja jadi saya gak
bisa. Tepat jam 21.00 saya istirahat. Tapi istirahat saya terganggu karana ada
kucing dan di luar hujan deras.
Perjalanan Ketujuh Kamis ( Tgl 23 Juni
2016 )
Tepat jam 03.30 saya dibangunin oleh salah satu polisi untuk
sahur. Sayapun langsung sahur. Katanya makanannya yang kasih dari seorang
bikepacker tadi malam. Sahurpun selesai tapi saya ketiduran sebentar, setelah
itu saya terbangun jam 05.30. saya langsung shalat subuh. Seorang polisi yang
lagi bersih-bersih disitu bilang tadi saya di cari temen saya. Teman saya yang
mana ya?? Oh ternyata seorang bikepacker itu. Sayapun langsung siap-siap untuk
melanjutkan perjalanan ke garut. Sekitar jam 06.15 saya pamit sama salah satu
polisi yang lagi bersih-bersih disitu. Tepat jam 09.00 saya sudah sampai lumbir
banyumas. Cuaca sangat panas sehingga saya setiap 2 jam sekali berhenti
istirahat. Siang hari saya sudah sampai majenang. Sore hari tepatnya jam 16.45
saya berhenti di wanareja untuk beli es campur buat buka nanti. Perjalanan saya
lanjutkan lagi, di perjalanan saya mendengar sudah adzan maghrib, sayapun
berhenti di jalan minum dulu. Setelah itu perjalanan saya lanjutkan lagi. Saya
melihat ada masjid di sebelah SPBU. Saya berhenti disitu. Saya disitu buka
dengan es campur. Setelah itu shalat maghrib saya jama’dengan shalat isya’. Di
masjid ada yang lagi buka puasa dengan nasi, sayapun di tawarin untuk buka
bersama. Sayapun buka bersama dengan yang lain. Saya sempat ditawarin untuk
menginap di rumah orang yang mengajak saya buka itu, tapi saya tidak mau, saya
bilang kalo saya mau menginap di polres banjar saja. Perjalananpun saya
lanjutkan kurang lebih 4 km sampai di polres banjar. Sampai di polres banjar
sayapun ijin kepada pak polisi untuk menginap. Akhirnya saya di perbolehkan
untuk menginap, tapi tidurnya di masjid karena di polres masih ada bangunan
yang lagi direnovasi. Tapi gak apa-apa walaupun tidur saya gak nyenyak,
hehehe.. kadang-kadang saya suka bangun.
Perjalanan Kedelapan Jumat ( Tgl 24
Juni 2016 )
Sekitar jam 02.30 saya langsung mandi dan siap-siap sahur. Saya
menuju pos yang jaga di depan untuk mengambil makanan. Sayapun langsung sahur
dan setelah itu shalat subuh. Sekitar jam 04.30 saya langsung pamit sama pak polisi
yang lagi jaga di pos depan untuk melanjutkan perjalanan lagi. Tapi ada
masalah, tali dari karet buat mengikat tas saya di kranjang sepedah copot, jadi
saya minta tali rafia sama pak polisi. Sayapun di kasih tali rafia. Sekitar jam
07.30 pagi saya sudah sampai di kota Ciamis. Perjalanan di kota Ciamis sangat
jauh, sayapun kadang-kadang istirahat sebentar. Baru jam 11.30 saya sampai di
kabupaten Tasikmalaya. Disini saya menuju masjid yang masuk ke gang. Saya
istirahat di masjid sambil nunggu orang yang lagi jumatan selesai. Setelah itu
saya langsung shalat dzuhur. Habis shalat dzuhur di jama’dengan shalat ashar,
perjalananpun saya lanjutkan. Saya berencana mau naek elep sampai garut. Saya
mencoba cari elep arah ke garut tidak ketemu-ketemu. Saya tanya ke orang-orang
terminal tasik itu sebelah mana?? Saya pun tiba di terminal indihiang. Tapi
kata salah satu pengojek disitu disini ga ada elep yang mau ke garut. Adanya di
rancabango. Karena tubuh saya tidak kuat harus putar balik, puasapun saya
batalkan di terminal indihiang itu. Saya sangat kehausan, 3 botol air minum
maizone dan teh pucuk harum langsung habis. Perjalanan saya lanjutkan lagi
untuk mencari elep yang mau ke garut. Di jalan ada yang jual es campur, sayapun
berhenti untuk beli es campur dan saya bawa pulang. Sekitar jam 16.00 sore saya
melihat ada elep yang menuju garut. Sayapun naek elep dengan sepedah saya.
Sekitar jam 17.30 saya sudah sampai garut. Saya lanjutkan naek sepedah lagi
sekitar 1 km sampai rumah. Sampai rumah sudah menunjukkan jam 18.30. Sungguh
perjalanan yang sangat melelahkan tapi saya sangat menikmatinya.
Demikian catatan perjalanan saya,, untuk kamu yang suka
bersepedah, silahkan mencoba berpetualang seperti saya, hehehe.... good luck...
Suka dan duka saya dalam perjalanan ini
:
Sukanya :
1.
Saya
sangat menyukai perjalanan ini karna bisa membuat saya sehat.
2.
Saat
berada di air terjun grojogan lepo saya sangat menikmati indahnya air terjun
dan suara gemericik airnya. Disini saya juga menikmati ayunan di dekat air
terjun ditemani dengan gemericik air sehingga saya enggan untuk meninggalkan
ayunan karna di ayunan itu saya bisa tidur. Walaupun cuma 1 jam saya berada di
tempat ini tapi saya sudah sangat senang.
3.
Saya
sangat senang dengan orang-orang yang sempat ketemu saya di perjalanan entah
itu di masjid atau di jalan karena mereka banyak yang mendukung saya dan
perhatian sama saya. Ada beberapa orang bapak-bapak yang tidak sengaja ketemu
saya di masjid menyarankan kepada saya supaya bawa pompa kecil dan ban serep
kalo-kalo di jalan bannya kempes atau bocor. Tapi sayang saya gak punya pompa
dan ban serep, hehehe
4.
Saya
bisa melihat banyak pemandangan saat di perjalanan entah itu gunung, bunga,
tanaman, bangunan seperti hotel, rumah sakit, kantor pemerintah dll di setiap
kota atau kabupaten.
5.
Saya
sangat senang bisa puasa saat bersepedah jauh selama 5 hari yaitu pada hari
minggu, senin, selasa, rabu, dan kamis.
6.
Saya
sangat senang karna dengan naek sepedah jauh, berat badan saya jadi turun.
Turunnya 5 kg lho.. hehehe...
Dukanya :
1.
Saya
merasa menggigil kedinginan saat saya kehujanan 2x di perjalanan, yaitu yang
pertama di majenang dan yang kedua di sumpiuh.
2.
Saya
sempat terjatuh di lumbir banyumas, karna jalannya yang sedang di aspal dan
licin.
3.
Saya
merasa kesal dan sedih karena di ganggu seorang anak laki-laki yang kurang
waras di tengah jalan menuju srandakan bantul ( pulang dari lepo ).
4.
Saya
merasa kelelahan saat muter-muter di tasikmalaya cari elep yang mau ke garut
pada hari jumat, karna itu puasa saya jadi saya batalin.
5.
Di
setiap perjalanan saya selalu mengantuk, mungkin karna kurang tidur.
6.
Sampai
rumah wajah dan telapak tangan saya jadi gelap ( maksudnya tidak terang, hehehe
), mungkin karna kena sinar matahari pada waktu di perjalanan.
Hikmah yang bisa dipetik dari
perjalanan ini :
1.
Olah
raga itu sangat penting,,, termasuk olah raga naik sepedah. Karna dengan naik
sepedah kita akan menjadi sehat.
2.
Kalo
kita mendapatkan rintangan atau kesulitan di perjalanan saat naik sepedah,
jangan pernah mengeluh dan putus asa. Hadapilah rintangan atau kesulitan itu
dengan hati yang ikhlas dan bersabarlah serta berusaha.
3.
Tetaplah
bersemangat untuk menempuh sebuah perjalanan yang jauh saat bersepedah karena
itu adalah modal yang sangat berharga selain materi.
4.
Naik
sepedah sambil puasa sangat bagus untuk kita yang punya niat ikhlas untuk
menjalaninya... ini perlu dicoba.
5.
Kita
bisa mendapatkan pengalaman yang banyak saat bersepedah jauh. Apalagi kalo
melewati beberapa kota/kabupaten.
Penulis/bikepacker
Yayuk Rindawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar