Jumat, 01 Juli 2016

Perjalanan Menuju Tempat Wisata Air Terjun Grojogan Lepo 
( Garut – Bantul DIY ) & ( Bantul DIY – Garut ) 
Memakai Sepedah
Perjalanan Pertama Jumat (Tgl 17 Juni 2016)
Berangkat pertama jam 02.00 pagi dari rumah terasa dingin karna gerimis rintik-rintik sudah terasa tapi saya mencoba untuk menahannya sehingga sy tdk memakai jas hujan tapi cuma memakai jaket. Pada jam 04.00 pagi tak terasa sudah sampai Kabupaten Tasikmalaya. Karena di sini tidak ada lampu penerangan, saya merasa kegelapan sehingga sepedah saya tuntun. Disini saya sudah merasa kedinginan karna hujan mulai turun sehingga saya mulai memakai jas hujan tapi tidak lama kemudian hujan berhenti. Waktu berjalan begitu saja sehingga tidak lama kemudian jam 08.00 saya sudah sampai Kabupaten Ciamis. Disini saya merasa kebelet pipis jadi saya mampir di masjid dulu untuk numpang pipis di toilet. Tau gak, masjid disini luarnya di pasang kamera CCTV,,hehe dan tidak kalah lagi masjidnya lagi di bersihkan. Sayapun nyaman pipis disini, hehehe..Di Ciamis saya mencoba mencari jalan alternatif  yaitu jalan yang banyak dilewati oleh banyak orang-orang sehingga tidak terasa jam 10.00 saya sudah sampai di Kota Banjar. Disini jalanannya rata tidak ada jalan tanjakan atau turunan, beda dengan yang di Kabupaten Tasikmalaya. Kalau di Kabupaten Tasikmalaya jalanannya banyak yang menikung serta banyak tanjakan dan turunan. Di kota Banjar jaraknya tidak terlalu jauh sampai Kabupaten Cilacap jadi tidak lama kemudian jam 12.00 saya sudah sampai di Kabupaten Cilacap. Disini jalannya banyak tanjakan jadi  saya sangat kewalahan sehingga sepedah saya harus saya tuntun. Di Kabupaten Cilacap ada beberapa kecamatan yang saya lalui. Pertama kecamatan wanareja. Di sini saya sempat berhenti sebentar karena kecapean,,untung hari itu saya lagi gak puasa jadi saya bisa minum, hehehe.. oh iya pas saya istirahat disitu ada seorang laki-laki dari wangon yang kerja di wanareja. Biasalah kalo laki-laki suka kepo bila ada perempuan cantik naek sepedah, hehehe tapi ya saya jawab dengan jujur aja. Tidak lama kemudian saya melanjutkan perjalanan lagi. Eh, belum ada 2 km saya jalan tiba-tiba laki-laki itu menawarkan tumpangan dengan cara saya duduk di belakang motornya dan sepedahnya di pegang sama saya. Sebenarnya saya sudah menolak tapi karna dia maksa ya udah saya coba dulu tapi alhasil sepedah saya yang saya pegang jatuh. Mau gak mau saya menolak tawarannya, hehehe. Akhirnya laki-laki itu jalan duluan dengan motornya. Waktu terus berjalan sehingga tidak lama kemudian jam 15.30 saya sampai di kecamatan majenang ( masih di Kabupaten Cilacap). Disini petir bergemuruh seperti mau hujan, akhirnya hujanpun turun deras dan sayapun kehujanan. Saya sempat istirahat tapi hujannya belum turun-turun,, saya merasa kedinginan karana baju dan sepatu saya basah semua. Lama-kelamaan hujannya mulai reda tapi masih gerimis. Saya pun melanjutkan perjalanan lagi. Masih di kecamatan majenang saya istirahat lagi dan ketemu laki-laki lagi. Laki-laki ini juga kepo seperti laki-laki di wanareja tadi, hehehe dan minta nomer saya juga ( prett...). Saya pun melanjutkan perjalanan lagi. Sampai di kecamatan cimanggu ( masih di Kabupaten Cilacap ) tiba-tiba laki-laki tadi menghentikan perjalanan saya dan saya disuruh istirahat, mungkin karena kehujanan jadi dia kasihan kali, hehehe. Tapi ternyata dia membelikan saya ayam goreng, mau ga mau saya berhenti sekalian saya mau ganti baju biar gak masuk angin. Karna waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 saya harus beristirahat tapi saya tidak menemukan polsek cimanggu mungkin polseknya masih jauh. Penjual ayam goreng ( Bu Sum ) menawarkan saya untuk menginap di rumahnya, tapi saya masih berpikir dulu. Kata Bu Sum, depan itu sudah hutan dan polseknya masih jauh. Akhirnya saya menginap di rumah beliau. Besok paginya baru saya melanjutkan perjalanan.
Perjalanan Kedua Sabtu ( Tgl 18 Juni 2016 )
Berangkat pertama jam 04.00 pagi dari rumah Bu Sum. Bu Sum kasih sandal karna sepatu saya basah. Pagi yang begitu segar tapi badanku gak segar, karena bau belum mandi hehehe.. Perjalanan yang satu ini sungguh jauh dan melelahkan karna menanjak sehingga memakan waktu yang lama. Baru jam 09.00 saya sudah sampai di Kabupaten Banyumas. Disini perjalanannya masih menanjak jadi lama deh,,, tidak lama kemudian saya melewati jalan yang sedang di aspal. Saat melewati jalan tersebut saya sempat terjatuh, dengkul saya berdarah sedikit. Karna jalannnya masih menanjak, sepedah saya tuntun terus tidak lama kemudian kaki saya pada lecet,, mungkin pakai sandal kali hehe.. Saat di perjalanan saya di sapa seorang ibu-ibu yang punya warung, terus saya diberi bekal nasi untuk dimakan dijalan nanti. Ibu ini memang baik, makasih bu....( kata saya ). Sebenarnya ada banyak kecamatan di Kabupaten Banyumas tapi saya lupa, yang saya inget saya melewati kecamatan lumbir, sampang, kemranjen, wangon dan masih ada lagi mungkin, hehehe... Oh iya saya jadi ingat pada sore hari sekitar jam 16.00 di jalan sumpiuh saya kehujanan jadi saya berhenti di toko. Hujannya sangat deras sehingga saya harus nunggu berjam-jam sampai hujannya reda. Karena sudah 2x kehujanan baju saya tinggal 1, untung anak pemilik toko sangat baik dia kasih saya baju ganti. Ibunya juga baik, saya di kasih makan dan tajil padahal saya waktu itu lagi gak puasa. Mau malam tapi hujannya belum berhenti sehingga saya mencoba memberikan diri untuk melanjutkan perjalanan karna kalo malam saya harus istirahat di polsek. Karena jalan di depan tidak ada penerangan sehingga saya putar balik dan melewati jalan lain. Hujan semakin deras sehingga saya istirahat di SPBU. Di tempat istirahat itu saya makan dan setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Di perjalanan tiba-tiba mati lampu, sehingga saya langsung berhenti. Berhentinya waktu itu pas di depan bengkel. Tidak lama kemudian lampu sudah hidup lagi. Karna baju saya kebasahan saya ditawarkan untuk mandi dan ganti baju oleh pemilik bengkel. Sayapun langsung mandi besar ( bersih dari halangan ) dan ganti baju. Setelah itu saya istirahat di depan bengkel sampai menunggu hujannya berhenti. Karna bengkelnya sudah di tutup, saya merasa tidak nyaman. Akhirnya saya lanjutkan lagi perjalanannya walaupun masih gerimis. Tidak lama kemudian sekitar jam 22.00 malam saya sudah sampai di polsek tambak. Disini saya ijin sama pak polisi yang lagi jaga pada malam itu, dan disitupun saya bisa beristirahat. Saya beristirahat di ruangan, kursi saya tata untuk tidur, tapi sayang sepertinya saya tidak bisa beristirahat dengan nyenyak karna badan saya menggigil kedinginan.

Perjalanan Ketiga Minggu ( Tgl 19 Juni 2016 )
Pada jam 03.00 saya bangun dan sahur di polsek tambak. Selanjutnya jam 04.00 saya melanjutkan perjalanan lagi. Di perjalanan saya mendapati jalan yang berlubang, sampai tas saya jatuh. Mungkin karena masih gelap jadi saya gak tau kalo di jalan ada lubang. Tidak lama kemudian saya sampai gombong. Disinipun jalan banyak yang berlubang, sehingga saya harus berhati-hati. Habis gombong, saya melewati karanganyar, kebumen kira – kira sampai jam 11.00 siang. Karna ada yang bilang untuk menuju jogja di depan jalan ada banjir, sayapun ambil jalan alternatif yaitu melewati kecamatan mirit kebumen. Disini perjalannya sangat jauh sampai ketemu jalan di kutoarjo dan purworejo. Di purworejo jalannya masih dalam perbaikan dan sepertinya mau di aspal jadi saya berhati-hati disini. Tidak lama kemudian saya melihat banyak yang jual semangka di pinggir jalan akhirnya saya membeli 3 semangka yang kecil. Di purworejo saya mengambil jalan lurus sampai saya ketemu langsung ke jalan melewati bantul yaitu kulon progo. Kira-kira sampai kulon progo jam 16.30 sore. Setelah itu saya tiba juga di bantul pada jam 17.30 sore mau maghrib. Sebelumnya saya ketemu anak-anak pesantren yang membagikan tajil di lampu merah. Sayapun dikasih. Isinya ternyata nasi. Pada jam 17.30 saya berhenti di tukang jualan bubur kacang ijo. Di situ saya menanyakan tentang grojogan lepo di dlingo, tapi gak ada yang tau. Ada yang bilang dlingo itu masih jauh dari sini. Maghribpun tiba, waktunya buka. Saya beli bubur kacang hijau tapi saya malah di kasih jadi saya gak bayar. Terima kasih tukang bubur kacang hijau... perjalananpun saya lanjutin ke masjid karna saya harus shalat maghrib dulu. Saya udah sampai di masjid yang namanya masjid mujahiddin lokasinya di desa Bandung Srandakan Bantul. Habis shalat maghrib saya tanya-tanya ke orang disekitar tentang orang yang mengurus masjid ini. Tapi banyak yang tidak tau. Terus saya tanya sama seorang remaja masjid disitu, katanya masjid ini milik warga. Sayapun mengutarakan maksud saya bahwa saya mau ke tempat wisata grojogan lepo dan  saya mau menginap semalam di masjid ini dan setelah itu besok berangkat ke wisata. Seorang remaja itu berbicara dengan teman remaja lainnya. Terus saya ditemui seorang remaja perempuan ( saya lupa namnya mbak siapa ya..? ) katanya saya disuruh menginap di rumahnya. Tapi sampai rumahnya, justru sama orang tuanya tidak diijinin saya menginap di rumahnya. Akhirnya saya di bawa ke rumah pak RT. Disitu ada titik terang, sayapun disuruh menginap di rumah orang tuanya bu RT. Sama mbaknya pun saya di antar ke rumah orang tuanya bu RT. Sampai di rumah orang tuanya, sayapun diterima dengan baik untuk menginap. Sebelum mbaknya itu pamit, saya sempat di kasih baju ganti. Wah dapat baju ganti lagi ni hehehe.. makasih mbak...Sayapun memberikan semangka saya kepada mbaknya dan orang tuanya Bu RT. Nama orang tua bu RT itu adalah Bapak Dwijo dan Ibu Ijah. Karna sangat capek, sayapun langsung istirahat. Sebelum istirahat saya sempat mandi, dan cuci baju karna bajunya basah semua. Tapi saya tidak taraweh karna capek.


Perjalanan Keempat Senin ( Tgl 20 Juni 2016 )
Tepat pada jam 03.00 pagi saya bangun. Tapi Bu Ijah belum bangun. Bu Ijah baru bangun jam 03.30 kemudian kami sahur bareng-bareng,, setelah sahur dan shalat subuh di masjid sayapun bilang ke bu Ijah kalo saya mau berangkat ke dlingo grojogan lepo pagi ini. Sayapun berangkat ke grojogan lepo jam 05.30. Perjalanannya sangat jauh sekali... di tambah lagi saya menemui jalan tanjakan terus menerus sehingga sayapun harus menuntun sepedah saya. Kadang-kadang saya berhenti istirahat. Dengan susah payah akhirnya saya sampai di tempat wisata grojogan lepo sekitar jam 10.00,, wah perjalanannya di tempuh kurang lebih 5 jam. Sebelum ke tempat lokasi, sepedahnya saya titipkan disalah satu rumah warga yang tidak jauh dari tempat lokasi. Sayapun langsung menuju ke tempat lokasi dengan berjalan kaki kurang lebih 100 meter. Sesampai di lokasi saya melihat air terjun yang sangat bagus dan jatuhnya sangat deras rasanya pengen mandi di bawah air terjun ( kalo dalam bahasa jawa namanya grujukan ) tapi sayang sayanya lupa gak bawa handuk, hehehe.. Jadinya saya cuma liat-liat dan foto-foto aja di lokasi itu. Tidak lama kemudian saya bertemu dengan seorang bapak yang mengelola tempat wisata itu. Sayapun sempat berbincang-bincang dengan bapak itu. Katanya kalo bulan puasa seperti ini jarang ada pengunjung yang datang tapi kalo saat liburan besar banyak sekali yang datang berkunjung. Pantesan saja waktu saya tiba di lokasi sepi-sepi amat, hehehe... tapi gak apa-apa saya bisa menikmati air terjun sendirian. Pengalaman yang tidak enak di lokasi itu, sandal saya yang sebelah jatuh ke bawah air terjun, tapi masih mengapung tidak tenggelam. Saya pun minta tolong bapak itu untuk mengambil sandal saya. Alhamdulilah sandal saya sudah di ambil sama bapak itu. Setelah itu saya langsung menikmati ayunan di dekat air terjun. Wah,, rasanya sangat mengantuk di ayunan itu dengan ditemani gemericik air terjun. Saya tidak pengen beranjak dari ayunan tapi mau tidak mau saya harus balik ke srandakan karna perjalananya sangat jauh dan saya sudah bilang ke bu Ijah kalo saya pulangnya tidak sampai maghrib. Akhirnya saya pamit sama bapak yang mengelola tempat wisata itu. Kurang lebih 1 jam saya berada di lokasi itu. Perjalananpun di mulai lagi menuju srandakan pada jam 11.05. Sebelum sampai srandakan, di tengah jalan dekat lampu merah saya membeli es campur dan es dawet dulu buat buka. Es campur buat saya dan es dawet buat Bu Ijah dan Pak Dwijo. Setelah itu perjalanan saya lanjutkan, tidak lama kemudian saya di ikuti oleh seorang anak laki-laki naek sepedah buntut. Saya terus diikuti dan di ganggu oleh anak itu. Ternyata anak itu stress dan saya merasa takut. Sayapun minta tolong sama bapak-bapak yang ada di pinggir jalan. Akhrinya anak itu langsung pergi dan tidak kembali lagi. Saya sempat berhenti dan saya sampai menangis dengan kejadian itu. Tapi tidak lama kemudian saya lanjutkan lagi perjalanan saya, tapi lagi lagi saya melihat anak laki-laki itu ada di sebrang jalan. Sayapun cepat-cepat mengayuh sepedah saya,,, alhamdulilah saya sudah tidak diikuti anak itu lagi. Sayapun sudah sampai di srandakan rumah bu Ijah pada jam 16.30. Saya ceritakan ke Bu Ijah kejadian tadi di jalan. Sambil nunggu berbuka, saya langsung mandi dan cuci baju. Bedug maghribpun tiba, saya langsung bergegas buka dan shalat maghrib. Bu ijah dan pak Dwijo biasa shalat di masjid. Kumandang adzan isya’ sudah terdengar, tapi saya masih di tempat tidur karna kecapean jadi saya tidak taraweh. Sebenarnya bu Ijah mengajak saya taraweh tapi saya gak bisa karena capek. Saya pun shalat isya’ di rumah aja. Setelah itu saya langsung istirahat.
Perjalanan Kelima Selasa ( Tgl 21 Juni 2016 )
Tepat pada jam 03.00 saya bangun langsung sahur bersama bu Ijah dan Pak Dwijo. Setelah itu saya dan Bu Ijah berangkat ke masjid untuk shalat subuh. Habis shalat subuh, saya langsung mandi dan pamit pulang ke Garut. Di rumah bu Ijah ada cucunya yaitu anaknya pak RT, sayapun juga pamit dengan cucunya. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada bu Ijah karna sudah diperbolehkan menginap di rumahnya. Tepat jam 06.00 pagi saya pun langsung berangkat ke Garut naek sepedah. Di perjalanan saya sangat kecapean akhirnya saya putuskan setiap 2 jam atau 3 jam sekali saya berhenti istirahat sebentar. Sekitar jam 11.00 siang saya beristirahat di purworejo di salah satu penjual semangka. Saya juga sempat beli semangka 1 buah di situ. Setelah itu perjalanan saya lanjutkan lagi. Saya ada rencana mau naek bus jadi saya tanya kepada orang arah menuju terminal bus. Saya disuruh ke terminal bus yang lebih dekat aja yaitu di primbun. Saya sudah mencoba ke terminal primbun tapi masih jauh, sayapun akhirnya sampai di terminal primbun. Disini saya tidak menemukan bus yang mau ke garut. Setelah saya bertanya sama salah satu orang di terminal katanya busnya datangnya pagi dan malam dan kalo mengenai tarif kira-kira 60 rb belum lagi di tambah dengan sepedah paling 120 rb ( itu katanya...). Tapi saya kurang yakin, akhirnya saya melanjutkan perjalanan lagi dengan sepedah. Tidak lama kemudian sayapun sampai di kebumen pada jam 15.00. Di kebumen saya ada rencana mau naek kereta barang di stasiun kebumen. Sebelum itu saya sempat beli es dawet hitam di pinggir jalan buat buka nanti. Saya pun tanya-tanya arah menuju stasiun kebumen. Ternyata menuju ke stasiun kebumen lumayan jauh. Waktu terus berjalan, tepat jam 17.00 saya sangat kecapean sehingga saya putuskan untuk istirahat di rumah salah satu warga tepatnya di desa lajer kecamatan ambal kebumen. Saya disini buka puasa bareng. Tapi malamnya saya tidak bisa tidur karna nyamuknya banyak.  Selain itu di rumahnya juga banyak anak kecil. Karna rumahnya dekat masjid jadi setiap adzan berkumandang saya selalu ikut shalat berjamaah. Saya memberikan semangka saya ke yang punya rumah karna saya berat membawanya. Setelah itu sayapun langsung istirahat.
Perjalanan Keenam Rabu ( Tgl 22 Juni 2016 )
Waktu menunjukkan jam 03.00, saya pun bangun. Ibu yang punya rumah menyiapkan makanan buat sahur. Tepat jam 04.00 kami semua sahur bareng. Setelah itu shalat subuh berjamaah. Habis shalat subuh, saya langsung pamit berangkat menuju ke stasiun kebumen. Karna stasiun kebumen sangat jauh saya putuskan ke terminal kebumen. Sampai di terminal kebumen jam 06.30 saya tanya kepada petugas yang ada disitu tentang bus yang mau ke garut. Katanya nanti jam 9 ada bus aladin dan bus budiman. Akhirnya saya putuskan untuk menunggu bus tersebut sekalian menayakan tarifnya. Sudah 2 jam saya menunggu akhirnya ada bus aladin yang mau ke garut. Setelah saya menanyakan tarifnya, saya tidak bisa karna tarifnya terlalu tinggi. Jadi saya putuskan naek sepedah lagi. Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan saya lanjutkan lagi. Karna saya menemukan banyak tanjakan jadi saya banyak berhenti istirahat di jalan. Sampai gombong jam 11.00 siang saya mencoba mampir di stasiun gombong untuk mencari informasi tentang kereta barang. Setelah dapat informasi dan mengetahui tarifnya, saya tidak jadi beli tiket kereta karena tarifnya lumayan tinggi dan keretanya datangnya masih lama. Saya tidak mau menunggu terlalu lama di stasiun. Akhirnya saya putuskan naek sepedah lagi. Di tengah jalan saya melihat ada pasar, saya mencoba masuk pasar dan membeli beberapa makanan untuk buka. Saya membeli cincau, dawet, tape singkong dan gula putih. Setelah itu saya melihat ada semangka. Saya langsung membeli semangka 3 buah walaupun semangkanya masih kecil gak apa-apa. Rencananya semangkanya mau saya makan di rumah garut. Sekitar jam 16.30 saya berhenti di warung yang jualan es campur dan bakso tepatnya di jalan sampang cilacap. Disini saya menunggu waktu berbuka, karna saya bisa membeli susu dan teh manis. Terus bahan-bahan yang saya beli di pasar saya racik sendiri menjadi es campur. Waktunya berbuka, sayapun langsung buka dengan es campur. Karna bahan-bahan yang saya beli dari pasar tidak habis jadi saya minta tolong penjual es campur untuk meracik bahan-bahan saya menjadi  2 plastik es campur. Rencananya es campur ini saya kasihkan kepada pak polisi yang ada di polsek nanti. Perjalanpun saya lanjutkan, tidak lama kemudian saya melihat masjid, sayapun berhenti sebentar untuk shalat maghrib di jamak dengan shalat isya’. Perjalanan saya lanjutkan lagi, saya belum menemukan polsek sampang. Saya justru menemukan pos polisi di cilacap. Akhirnya saya putuskan untuk istirahat di pos polisi cilacap. Saya disini di sambut dengan baik, terutama pak Eko. Saya memberikan 2 plastik es campur kepada pak polisi. Disini saya diperbolehkan mandi. Akhirnya saya langsung mandi. Saya juga di kasih makan untuk buka dan langsung saya makan. Saya sempat berbincang-bincang dengan pak polisi dan salah satu bapak-bapak yang ada di situ. Tidak lama kemudian datang seorang bikepacker. Saya di kasih tau kalo di jogja besok ada acara naek sepedah, tapi saya baru dari jogja jadi saya gak bisa. Tepat jam 21.00 saya istirahat. Tapi istirahat saya terganggu karana ada kucing dan di luar hujan deras.
Perjalanan Ketujuh Kamis ( Tgl 23 Juni 2016 )
Tepat jam 03.30 saya dibangunin oleh salah satu polisi untuk sahur. Sayapun langsung sahur. Katanya makanannya yang kasih dari seorang bikepacker tadi malam. Sahurpun selesai tapi saya ketiduran sebentar, setelah itu saya terbangun jam 05.30. saya langsung shalat subuh. Seorang polisi yang lagi bersih-bersih disitu bilang tadi saya di cari temen saya. Teman saya yang mana ya?? Oh ternyata seorang bikepacker itu. Sayapun langsung siap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke garut. Sekitar jam 06.15 saya pamit sama salah satu polisi yang lagi bersih-bersih disitu. Tepat jam 09.00 saya sudah sampai lumbir banyumas. Cuaca sangat panas sehingga saya setiap 2 jam sekali berhenti istirahat. Siang hari saya sudah sampai majenang. Sore hari tepatnya jam 16.45 saya berhenti di wanareja untuk beli es campur buat buka nanti. Perjalanan saya lanjutkan lagi, di perjalanan saya mendengar sudah adzan maghrib, sayapun berhenti di jalan minum dulu. Setelah itu perjalanan saya lanjutkan lagi. Saya melihat ada masjid di sebelah SPBU. Saya berhenti disitu. Saya disitu buka dengan es campur. Setelah itu shalat maghrib saya jama’dengan shalat isya’. Di masjid ada yang lagi buka puasa dengan nasi, sayapun di tawarin untuk buka bersama. Sayapun buka bersama dengan yang lain. Saya sempat ditawarin untuk menginap di rumah orang yang mengajak saya buka itu, tapi saya tidak mau, saya bilang kalo saya mau menginap di polres banjar saja. Perjalananpun saya lanjutkan kurang lebih 4 km sampai di polres banjar. Sampai di polres banjar sayapun ijin kepada pak polisi untuk menginap. Akhirnya saya di perbolehkan untuk menginap, tapi tidurnya di masjid karena di polres masih ada bangunan yang lagi direnovasi. Tapi gak apa-apa walaupun tidur saya gak nyenyak, hehehe.. kadang-kadang saya suka bangun.
Perjalanan Kedelapan Jumat ( Tgl 24 Juni 2016 )
Sekitar jam 02.30 saya langsung mandi dan siap-siap sahur. Saya menuju pos yang jaga di depan untuk mengambil makanan. Sayapun langsung sahur dan setelah itu shalat subuh. Sekitar jam 04.30 saya langsung pamit sama pak polisi yang lagi jaga di pos depan untuk melanjutkan perjalanan lagi. Tapi ada masalah, tali dari karet buat mengikat tas saya di kranjang sepedah copot, jadi saya minta tali rafia sama pak polisi. Sayapun di kasih tali rafia. Sekitar jam 07.30 pagi saya sudah sampai di kota Ciamis. Perjalanan di kota Ciamis sangat jauh, sayapun kadang-kadang istirahat sebentar. Baru jam 11.30 saya sampai di kabupaten Tasikmalaya. Disini saya menuju masjid yang masuk ke gang. Saya istirahat di masjid sambil nunggu orang yang lagi jumatan selesai. Setelah itu saya langsung shalat dzuhur. Habis shalat dzuhur di jama’dengan shalat ashar, perjalananpun saya lanjutkan. Saya berencana mau naek elep sampai garut. Saya mencoba cari elep arah ke garut tidak ketemu-ketemu. Saya tanya ke orang-orang terminal tasik itu sebelah mana?? Saya pun tiba di terminal indihiang. Tapi kata salah satu pengojek disitu disini ga ada elep yang mau ke garut. Adanya di rancabango. Karena tubuh saya tidak kuat harus putar balik, puasapun saya batalkan di terminal indihiang itu. Saya sangat kehausan, 3 botol air minum maizone dan teh pucuk harum langsung habis. Perjalanan saya lanjutkan lagi untuk mencari elep yang mau ke garut. Di jalan ada yang jual es campur, sayapun berhenti untuk beli es campur dan saya bawa pulang. Sekitar jam 16.00 sore saya melihat ada elep yang menuju garut. Sayapun naek elep dengan sepedah saya. Sekitar jam 17.30 saya sudah sampai garut. Saya lanjutkan naek sepedah lagi sekitar 1 km sampai rumah. Sampai rumah sudah menunjukkan jam 18.30. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan tapi saya sangat menikmatinya.
Demikian catatan perjalanan saya,, untuk kamu yang suka bersepedah, silahkan mencoba berpetualang seperti saya, hehehe.... good luck...



Suka dan duka saya dalam perjalanan ini :
Sukanya :
1.      Saya sangat menyukai perjalanan ini karna bisa membuat saya sehat.
2.      Saat berada di air terjun grojogan lepo saya sangat menikmati indahnya air terjun dan suara gemericik airnya. Disini saya juga menikmati ayunan di dekat air terjun ditemani dengan gemericik air sehingga saya enggan untuk meninggalkan ayunan karna di ayunan itu saya bisa tidur. Walaupun cuma 1 jam saya berada di tempat ini tapi saya sudah sangat senang.
3.      Saya sangat senang dengan orang-orang yang sempat ketemu saya di perjalanan entah itu di masjid atau di jalan karena mereka banyak yang mendukung saya dan perhatian sama saya. Ada beberapa orang bapak-bapak yang tidak sengaja ketemu saya di masjid menyarankan kepada saya supaya bawa pompa kecil dan ban serep kalo-kalo di jalan bannya kempes atau bocor. Tapi sayang saya gak punya pompa dan ban serep, hehehe
4.      Saya bisa melihat banyak pemandangan saat di perjalanan entah itu gunung, bunga, tanaman, bangunan seperti hotel, rumah sakit, kantor pemerintah dll di setiap kota atau kabupaten.
5.      Saya sangat senang bisa puasa saat bersepedah jauh selama 5 hari yaitu pada hari minggu, senin, selasa, rabu, dan kamis.
6.      Saya sangat senang karna dengan naek sepedah jauh, berat badan saya jadi turun. Turunnya 5 kg lho.. hehehe...
Dukanya :
1.      Saya merasa menggigil kedinginan saat saya kehujanan 2x di perjalanan, yaitu yang pertama di majenang dan yang kedua di sumpiuh.
2.      Saya sempat terjatuh di lumbir banyumas, karna jalannya yang sedang di aspal dan licin.
3.      Saya merasa kesal dan sedih karena di ganggu seorang anak laki-laki yang kurang waras di tengah jalan menuju srandakan bantul ( pulang dari lepo ).
4.      Saya merasa kelelahan saat muter-muter di tasikmalaya cari elep yang mau ke garut pada hari jumat, karna itu puasa saya jadi saya batalin.
5.      Di setiap perjalanan saya selalu mengantuk, mungkin karna kurang tidur.
6.      Sampai rumah wajah dan telapak tangan saya jadi gelap ( maksudnya tidak terang, hehehe ), mungkin karna kena sinar matahari pada waktu di perjalanan.




Hikmah yang bisa dipetik dari perjalanan ini :
1.      Olah raga itu sangat penting,,, termasuk olah raga naik sepedah. Karna dengan naik sepedah kita akan menjadi sehat.
2.      Kalo kita mendapatkan rintangan atau kesulitan di perjalanan saat naik sepedah, jangan pernah mengeluh dan putus asa. Hadapilah rintangan atau kesulitan itu dengan hati yang ikhlas dan bersabarlah serta berusaha.
3.      Tetaplah bersemangat untuk menempuh sebuah perjalanan yang jauh saat bersepedah karena itu adalah modal yang sangat berharga selain materi.
4.      Naik sepedah sambil puasa sangat bagus untuk kita yang punya niat ikhlas untuk menjalaninya... ini perlu dicoba.
5.      Kita bisa mendapatkan pengalaman yang banyak saat bersepedah jauh. Apalagi kalo melewati beberapa kota/kabupaten.

Penulis/bikepacker



Yayuk Rindawati